Just another Blogdetik.com weblog

INTERNET MURAH DAN MAKNA KEMERDEKAAN DIBIDANG INFORMASI


INTERNET MURAH DAN MAKNA KEMERDEKAAN DIBIDANG INFORMASI
Oleh Asep Ikhwan Awaludin,SE

( Guru Kewirausahaan SMK YASTI dan Praktisi bisnis telekomunikasi )

1-pose

Sebagai seorang penikmat akses internet murah saya selalu merenungi perjalanan panjang membangun infrastruktur RT/RW net yang terinspirasi dari perjalanan seorang Onno.W poerbo , pakar sekaligus pejuang IT yang menjadi ICON Internet rakyat yang mencita-citakan akses internet dengan harga terjangkau / murah di Indonesia.

Sejak tahun 1998, di Sukabumi hanya mengenal Telkomnet instan untuk akses internet dengan biaya Rp.6000/jam atau 144.000 per hari dengan kecepatan sangat standar . Bagi seorang guru yang memiliki keterbatasan biaya namun memiliki ketergantungan tinggi terhadap akses internet tentu saja fasilitas telkomnet instan merupakan barang yang sangat mewah. Pada saat itu belum ada Warnet di kab.sukabumi seperti di Cisaat, Cibadak,Pelabuhanratu dll. Disekolah saja hanya saya sendiri yang sering menggunakan akses internet.

Pada tahun 2002 kami mengajukan program Jarnet ke Dikmenjur dan mendapat bantuan hibah untuk membuat akses jaringan komputer di sekolah, pada saat itu kami mencoba share telkomnet instan ke 10 PC, cukup lumayan untuk ukuran sekolah didaerah. Kemudian tahun 2003 kami mendapat fasilitas bantuan JIS (Jaringan Informasi Sekolah) dan kami bisa share dengan sekolag lain dengan ujicoba Wireless Lan dan diujicobakan akses melalui modem dan akses FREN . Pada Tahun2005 kami mendapat bantuan ICT Center dan kami membangun syurga akses internet murah melalui pengembangan Wide Area Network (WAN) KOTA melalui akses frekuensi 2,4 GHz. Akses yang didapat berasal dari subsidi melalui VSAT IM 2 Indosat , Alhamdulillah ketekunan kami dalam memperjuangkan akses internet murah ke sekolah dan komunitas masyarakat mendapat dukungan dari pihak Dinas, pemda dll. Kami memiliki 12 klien sekolah, 3 warnet dan 5 orang perorangan guru. Kemudian tahun 2006 kami mengembangkan perangkat WAJANBOLIC (Foto-foto bisa diakses di www.gun001.multiply.com ) sehingga bisa dinikmati akses internet unlimited 100 rb perbulan dengan perangkat dengan hanya modal 200 ribu rupiah. Berkembang dari infrastruktur ke Contain melalui pelatihan JARDIKNAS tahun 2007 (Agustus-Oktober) dan pengembangan Wajanbolic goes to jardiknas menghasilkan workshop perangkat + Contain dengan menghadirkan Mas Gun (Penemu Wajanbolic-dari Stasiun bumi Indosat Jatiluhur) dan diikuti 8 perwakilan kab/kota jabar-banten, Alhamdulillah Kang hery dari ICT Center Rangkas bitung, lebak juga menjadi pionir internet murah di kab. lebak kemudian Kang Nunu dari Univ.Mathlaul Anwar pandeglang menjadi inspirator dan pegiat internet murah di Pandeglang, tidak ketinggalan MASTERPIECE ICT Jawa Barat ” Gun Gun Gunawan ” yang menjadi blueprint bagi pengembangan ICT Center Kab Sukabumi di masa depan juga ikut mengembangkan akses internet murah di Cianjur.

Dewasa ini kami ditunjuk sebagai Agen Speedy oleh PT Telkom Sukabumi dan berhasil menyambungkan 823 SSL untuk sekolah,guru,siswa,desa,kecamatan di daerah-daerah yang terjangkau speedy. Alhamdulillah sekolah saat ini sudah menikmati akses internet gratis melalui program schoolnet dan banyak komunitas dan perorangan mendapat akses internet murah melalui ISP yang berdiri seperti Warnet Cepot, ICT Kota, MCP, USL , BUMI ONLINE dengan hanya 300rb-an per bulan unlimited .

Namun Kabupaten Sukabumi sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa masih menyimpan banyak PR karena masih banyak sekolah yang belum memiliki komputer, guru-guru yang bermimpi memiliki laptop murah atau murid yang bermimpi memiliki PC pribadi dirumahnya.

Kami memiliki obsesi di tahun 2009 untuk membangun Desa Online, Kampung Digital, atau RT/RW Online meskipun hanya pilot project minimal hal tersebut bisa menjadi pemicu pengembangan internet murah dimasa yang akan datang.

Kami yakin bahwa akses internet yang semakin murah bahkan gratis bagi sekolah-sekolah yang mendapat bantuan schoolnet adalah pintu bagi kemerdekaan bangsa dibidang informasi. Rakyat berhak mendapatkan kebebasan informasi dan sarana berekspresi termasuk melalui penulisan di blogdetik ini.

MARI BEBASKAN DAERAH - DAERAH TERPENCIL DARI BELENGGU KETERTINGGALAN AKSES INFORMASI

Salam Sukabumi Cerdas !!!

Belajar dari Tokoh Pendiri Republik


Bung64-tahun Karno Kutu Buku Semasa diasingkan ke Bengkulu, Bung Karno adalah kolektor buku ilmiah terbesar di sana. Hooijkas Jr., anak Residen Bengkulu, kagum akan koleksi mutakhir buku-buku ilmiah berbagai bidang. Ia betah duduk berjam-jam di perpustakaan itu. Ia bertanya, mengapa BK serius belajar. Jawab Bung Karno, “Orang muda, saya harus belajar giat sekali. Insya Allah, saya akan menjadi presiden negeri ini.” Kala itu kisah ini menjadi bahan ejekan orang Belanda di Bengkulu. Tapi belakangan mereka terkejut, cita-cita Bung Besar tercapai.

Bung Hatta, Mahatma Gandhi IndonesiaTahun 1933 Bung Hatta ke Jepang menyertai pamannya, Mak Etek Ayub Rais, sebagai penasihat bidang niaga. Kedatangan yang juga disertai mitra bisnis Jepang bernama Ando itu tercium pers Jepang. Wartawan menyambut Bung Hatta dengan sebutan “Gandhi dari Indonesia”. Di Tokyo Bung Hatta diundang wakil ketua parlemen Jepang. Pihak Jepang mengundang Bung Hatta berkunjung ke Manchuria, tapi secara halus ia menolak. Bung Hatta tidak suka baik militerisme Jepang maupun imperialisme Belanda. Beberapa orang kuat membujuk, termasuk Menteri Pertahanan Jenderal Araki. Menurut Araki, kalau Bung Hatta bersedia, kapal Johore Maru siap berangkat dari Kobe. Bung Hatta tetap menolak, gagal totallah keinginan Jepang untuk memperalat Bung Hatta.

Bung Sjahrir yang Cerdas dan LihaiSalah seorang pemimpin bawah tanah di zaman pendudukan Jepang yang berani mendengarkan siaran radio Sekutu adalah Sutan Sjahrir. Padahal, nyawa bisa jadi taruhan karena ada larangan keras mendengarkan siaran radio. Dalam lemari di kamarnya tersimpan radio yang memantau berita kemenangan Sekutu, termasuk penyerahan Jepang. Berita itu biasanya diteruskan Sjahrir kepada Bung Hatta. Suatu ketika Sjahrir dan anak-anak angkatnya pergi ke Cipanas untuk menyimpan radio di rumah iparnya, karena ia mendapat radio pengganti. Beberapa bulan kemudian si Oom, panggilan anak-anak angkat kepada Sjahrir, bermaksud mengambil radio yang dititipkan pada iparnya. Tetapi ia amat kecewa karena radionya rusak. Rupanya, karena takut tertangkap, si ipar menyembunyikannya dalam tanah alias ditanam.

Begitulah kisah 3 bung Founding Fathers Republik ini. Teladan yang tiada tara bagi kita anak negeri dalam mengisi dan melanjutkan cita-cita para pendahulu kita.

Membaca Perjalanan 64 Tahun Indonesia Merdeka


p8250565

*.inzet Penulis menggunakan kemeja putih

Ketika kata-kata sudah kehilangan makna, hanya hati yang bisa bicara. Hari ini jaman sudah berubah , hari ini bangsa indonesia menyatakan kemerdekaannya yang ke 64 kali diperingati dalam sejarah yang terukir pada tanggal 17 Agustus 1945. Di era Globalisasi dan teknologi informasi yang semakin mempercepat gerak langkah dan pemikiran rakyat tentang arti sebuah kemerdekaan , kita akhirnya terbentur ke sebuah dinding ketidakberdayaan menghadapi situasi yang serba cepat, instant, dan mudah.

Bangsa Indonesia sedang bermetamorfosa. 17 Agustus 1945 kita berwujud ulat dan 17 Agustus 2009 kita menjadi kepompong. Kita menunggu, dunia menunggu. Apakah bangsa ini akan berubah menjadi kupu-kupu yang indah atau kupu-kupu yang hitam legam?

Sudah banyak komentar,pendapat,opini, kritik tentang bangsa Indonesia. Kita hanya terhenyak betapa banyak sekali putra/putri terbaik bangsa ini yang pandai dan cerdas. Mereka fasih berpidato,berargumen,berpendapat dan yang lebih hebat lagi bisa membaca masa depan . Ini era sybernetika, era hipnotis, era mentalist , dimana akal sehat sudah diputarbalikan oleh sihir-sihir gemerlap duniawi. Nurani sudah terkikis oleh logika yang tersamarkan.

Dari panggung seni hiburan, panggung politik, panggung bisnis, panggung sosial, semua nya bermuara pada ” Panggung sandiwara ” dengan berbagai peran dan lakon yang harus kita mainkan. Ada peran wajar dan ada juga peran berpura-pura. Semua tipuan belaka. Tapi apakah sejarah , masa kini dan masa depan juga adalah panggung sandiwara maha besar bernama ” Republik Indonesia ” .

Mari kita berkaca pada sejarah bangsa-bangsa besar didunia. Cina, Amerika Serikat,Inggris,Perancis , Jepang semua melewati fase metamorfosa dengan sangat elegan. Apakah yang membedakan mereka dengan kita? Ternyata mereka terlalu cepat maju dan berkembang karena terlalu cepat dewasa dengan cara-cara instan, tapi kita bangsa yang cerdas yang tumbuh dan berkembang secara alami, sehingga krisis demi krisis bisa kita lalui.

Bangsa ini hanya memerlukan lebih banyak adrenalin untuk merubah karakter dan cara pandang kedepan tidak dari sudut kekinian tapi dari sudut kepentingan bangsa yang lebih luas. Jebakan halusinasi arus informasi yang tidak terbendung harus kita hindari.

Mari kita mulai dengan kata ” Iqro ” bacalah , kita baca jaman ini , kita bangun dari tidur panjang, mari kita singkirkan selimut yang selama ini meninabobokan kita. Maju terus pantang mundur, rawe rawe rantas malang malang putung, kita rebut kembali kedaulatan bangsa di darat,laut,udara dan harkat derajat bangsa di mata dunia internasional dengan bekerja keras, berfikir cerdas dan berhati ikhlas.

KESADARAN ADALAH MATAHARI
KESABARAN ADALAH BUMI
KEBERANIAN MENJADI CAKRAWALA
DAN
PERJUANGAN
ADALAH PELAKSANAAN KATA-KATA

(Cuplikan pidato kebudayaan Rendra di TIM, 10 November 1997)

merah putih Indonesiaku

Halo dunia!


Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!